Monday, December 13, 2010

LIPUTAN PANDANGAN MATA HORE#4



H.O.RE#4 EVENT:
H.O.RE & JANGAN MARAH RECORDS mempersembahkan
MINI KONSER 9th THE UPSTAIRS
Band pembuka: Backalley, Dikeroyok Wanita
Pemutaran film dokumentasi The Upstairs selama 9th disutradarai oleh Kubil The Upstairs


Mari berdansa! Acara kali ini memang sangat berbeda. Komposisi 2 band pembuka dan Band Utama yang dirasakan pas. Pas kerennya, pas brengseknya, pas komposisinya. Tidak terlalu manis, tidak terlalu pahit, tidak terlalu berwarna ataupun terlalu hitam.
Kami melaunchingkan Album Matraman yang tidak terasa sudah lebih dari 5 tahun yang lalu. Kali ini kami kembali bekerjasama dengan Jangan Marah Records yang memang telah bersama The Upstairs merencakan acara ini. Akhirnya kami (The Upstairs – Jangan Marah Records – H.O.RE) sepakat untuk melangsungkan acara ini.

Backalley, sudah mendengar nama mereka sejak 2 tahun yang lalu, dan kami selalu mencari waktu yang tepat untuk menampilkan mereka. Materi segar, dan berpenamilan menarik, dan tampak sebagai urban alternative electronic rock. Gak usah terlalu serius atas sebutan ini, tapi kami menangkap esensi itu dari penampilan mereka. Penampilan mereka di urutan awal, banyak menggugah orang – orang untuk berapresiasi lebih sekedar menggoyangkan kepala atau tangan atau kaki. Mereka membawa sesuatu yang dewasa, bagian dari The Upstairs yang memang dewasa. Kita support banget band ini.

Dikeroyok Wanita
. Ya tuhan, mereka mengingatkan kami pada waktu kami SD. Cuma kali ini atasannya adalah hitam. Bercelana selutut merah itulah yang langsung menancap secara visual di otak kami. Menyenangkan, baik materi dan pembawaannya. Cukup tergolong sebagai fatalis. Terlihat para tamu asing bergoyang bahkan ada tamu asing wanita yang mendekat ke vokalis dan bergoyang. Hahaha, buat kami mereka mengingatkan The Upstairs pada saat mereka berwarna warni.

The Upstairs
. Tiba saat giliran mereka. Tidak dibuka oleh MC, melainkan film dokumentasi perjalanan mereka. Mengharukan sekaligus menyenangkan. Kami langsung mengingat beberapa personil seperti Petrof (almarhum), Alfi, Acid, Muthi, Rebeca, Hans, dan lainnya. Kerusuhan, ketotalan seluruh anggota, dan kesembarangannya sang vokalis dalam berorasi, semua serba apa adanya, sampai kepada pertumbuhan mereka hingga kini. Sontak satu ruangan dijejali oleh Modern Darlings. Semua maju seperti tentara, berebut menjadi pasukan garis depan. Siap mati bagi apa yang mereka bela selama ini.
Dua puluh tujuh lagu dibawakan dengan dua lagu versi akustik, dan sembilan lagu dimedley kan adalah sesuatu yang mengejutkan. Semua angkatan merasa mendapat bagian kenangannya dan semua merasa memiliki The Upstairs. Malam itu memang bukan pertunjukan band biasa, tapi malam dimana kita membela lantai dansa dan romansa bersama The Upstairs.


Signing off. Selamat Tahun Baru dan selamat menempuh hidup baru!!!

LIPUTAN PANDANGAN MATA HORE#3




H.O.RE#3 EVENT:
Beatnikk, Kebunku, That’s Rockefeller, Cangkang Serigala, Cemetary Dance Club, Kelelawar Malam

Malam ini beda. Entah kenapa, tapi kami semua merasa lelah sebelum acara ini berjalan. Tapi semangat tetap besar. Pastinya karena pekerjaan kami yang bertubi – tubi, tapi semangat bahwa band yang akan main adalah band yang kami sudah lama tidak kami lihat, ada band baru, dan ada band yang eksis di kalangannya yang kami sangat ingin lihat. Berikut laporan pandangan mata kami serta hasil obrolan kami dengan orang – orang yang datang.

Beatnikk, tampil sebagai band pertama. Dengan vokalis yaitu Mesa (Holly City Rollers), dengan gitar dan beat khas Mesa ketika kami bahas dengan seseorang, maka mampu membuat orang beranjak dari mejanya untuk berdiri, melihat pertunjukan band ini. Tergolong baru, namun ‘menghentak’ dan catchy. Ada pula yang berkomentar bahwa gaya - gaya seperti ‘Artic Monkey’. Tapi buat kami, kami senang melihat semangat, s.o.ul nya.

Kebunku. Salah satu band yang sempat lama vacum, dan telah berganti formasi, kini tampil dengan sedikit ‘kurang semangat’ yang tidak seperti biasanya. Entah apakah karena usia, kesibukan, atau lokasi yang salah (karena sepertinya massa mereka besar di wilayah Jakarta Timur, Utara, dan pusat), tapi tetap dapat membuat orang maju, berkumpul di depan hadapan mereka. Musti dengerin juga album ‘Ga’Brenti!’ mereka, karena mereka telah memberikan hati mereka kepada Marcella Zaliyanti dibandingkan Wulan Guritno kali ini.

That’s Rockefeller
. Termasuk salah satu band yang ditunggu, dan tidak diragukan, membuat sebagian besar orang maju, bergoyang, berdendang, dan dimanterai atas nama rock yang psychedelic, serta dengan substansi permabukan yang natural. Tapi ada sesuatu yang berbeda, beat perkusi dengan penempatan pas – tepat – semakin membuat orang kerajingan. Mereka bergoyang dan berdendang mewakili substansinya. Setelah mereka selesai, sudah sangat cepat kami ingin melihat mereka kembali beraksi lagi, semoga mereka tidak akan berhenti dan memberikan materi yang ajaib di album baru mereka nanti.

Cangkang Serigala. Buat kami mereka ajaib. Kami seperti mendapatkan pencerahan, dan buat kami pertunjukan mereka lebih kepada seni pertunjukan, bukan hanya sebuah tontonan showcase band biasa. Mereka lebih mengingatkan kami terhadap ’performance art’, dan terlintas ingatan kami tentang grup garden of blind. Purba dan mutakhir dapat ditemukan pada saat menonton mereka. Sederhana, menyenangkan, rendah hati, dan sedikit gila, serta mengingatkan saya para performer eksperimental belahan Eropa sana.Didatangkan dari Yogyakarta, dan mereka datang dari kalangan seni. Bagi kami mereka sebuah bentuk pertunjukan musik dengan semangat yang luar biasa. Empat jempol!


Cemetary Dance Club
. Band ini bukanlah band kemarin sore. Musik yang upbeat, darah segar, dan berpartner bersama MacBeth. Buat kami, mereka atraktif, stamina kuat, materi yang menyenangkan ala jaman sekarang, tapi rupanya panggung mereka kali ini jadi sedikit tes mental. Memberikan mereka tantangan untuk bisa membuat orang maju, mendekat dan liar bersama. Ya, para penonton malam ini memang sangat pasif.

Kelelawar Malam
. Young blood, Old soul. Kami sudah mendengar mereka direfrensikan oleh teman – teman kalangan band sejak lama. Hanya baru kali ini, kami baru berkesempatan melihatnya sendiri. Mengagumkan dan menyenangkan. Dan kami memilih lagu Malam Mencekam dari CD mereka yang bertajuk Kelelawar Malam. Hanya kenapa salah satu anggotanya harus memakai wig agar seragam gondrong di barisan depan, hahaha....gak papa lah, namanya juga untuk HORE.

Signing off.

Thursday, December 9, 2010

Sunday, November 14, 2010



Setelah beberapa tahun (sebentar, kira – kira 2004 sampai sekarang) walaupun kami tidak terlalu dekat, tapi orang ini adalah salah satu orang yang kami segani. Sudah malang melintang dari membentuk Vessel hingga Raksasa, terkenal sebagai pemain Bass yang bergaya khas, pas, jujur, nyaman, dan mantab. Kami sering bertemu kembali di era Bonny bermain di Raksasa pada saat band tersebut main di event H.O.RE yang perdana. Dikenal pendiam tapi bukan berarti tidak pendendam, dan kami percaya bahwa seseorang pada saat dewasa sangat erat dengan kehidupannya di masa kecil. Masa SMU yang dihabiskan di sekolah khusus pria Pangudi Luhur tentu saja juga memberikan sebuah pengaruh besar baginya, Dan pada suatu kesempatan ketika kami mebicarakan anjing, kami tidak menyangka kita bisa membahas masalah anjing setengah jam sendiri. Berikut adalah pembicaraan mengenai sebagian besar masa lalu, masa sekarang, dan sedikit mengenai masa depan dengan Bonny.


TeKe : Band pertama lo? Nama band, waktu itu lo umur berapa & bawain apa?
BS : Ngeband asal2an waktu itu,masih SMP,umur 13...masih maenin Twisted Sister,Sex pistols,Rat Cat...yg gampang2lah

TeKe : Lo anak ke berapa dari berapa bersaudara?
BS : Gw anak pertama dari 3 bersaudara


TeKe : Gw agak bingung sebenernya bisa ngebentuk Vessel, tp ya itu nunjukin dont judge the book by its cover n bahwa lo adalah org yg open mind, tp sebenernya kenapa lo ngebentuk Vessel?
BS : gw,Leonardo Ringo dan Danny membentuk band itu, karena dari dulu sampe sekarang gw selalu ingin bawain musik yg gw suka dan kebetulan musik yg gw dengarkan lumayan beragam,jadi ya akhirnya suka seenaknya bikin atau gabung di band dengan aliran yg beda - beda.

TeKe : Apa aja yg bisa membuat lo tenang?
BS : Ngeliatin muka anak gw pas dia lagi tidur

TeKe : Apa aja hobi lo?
BS :
- Main Game,kalo lagi libur bisa 5 - 10 jam sehari..hahahaha..
- Nonton DVD (standard kalo ini sih)
- Ngopi sambil baca buku & dengerin musik di IPOD (gw gak suka cerita
Fiksi,lebih suka baca buku tentang Biography seseorang,
Musisi,politikus,Tokoh Militer dll)
- Main sama 3 anjing2 gw...Bella,Alice & Merlin (Husky,Golden retriever
dan Labrador Retriever)
TeKe : Wah gw pengen liat nanti kalau Dogo Argentino mu kalau doi sudah sampai
ya!!


TeKe : Apa yg ngebuat lo seneng anjing & apa yg lo kagumin dari para anjing? Kata org Anjing itu disayangi karena kesetiaannya, ada beberapa temen gw yang mereka memutuskan untuk tidak menikah dan memelihara anjing sepenuh hati dan tanggapan mereka adalah: kalau nikah bisa sakit hati tapi kalo piara anjing gak bakal buat lo sakit hati. Apakah ada isu yang berkaitan dengan
kesetiaan?
BS : Anjing itu memang teman manusia yg paling setia,dan bisa jalin komunikasi 2 arah dengan kita,gak semua binatang peliharaan bisa seperti itu, kebetulan gw emang suka pelihara binatang gak cuma anjing,makanya gw bisa rasain bedanya,tapi kalau sampai memutuskan tidak menikah karena takut sakit hati...gaklah..gw gak sepengecut itu...Hahahahaha

TeKe : Apa motto hidup lo?
BS : Hmm....gapunya motto apa2....hahahaha
TeKe : Hehehe sama ya....

TeKe : Gw udh pernah melihat gaya bermain dan kontribusi lo di beberapa band.
Walaupun yg gw lihat dan masih inget adalah yg mayoritas di Raksasa, dan
terus terang aja gw baru dengerin lagu Deadsquad n liat band itu main
kemarin waktu lo undang liat latihan kalian. Sebenernya gw tdk terlalu
suka denger lagu band sekeras itu, dan kemarin waktu liat Deadsquad
latihan paling gw pikir gw hanya akan tahan 2 - 3 lagu, tapi ternyata
nggak....enak dan pas banget buat gw...apalagi Sermon.....
Pelajaran apa yg bisa lo petik dari masing - masing band yang pernah kau
masuki.
BS : Tengkyu,gw anggep itu pujian buat gw n DEADSQUAD.Kalo pelajaran yg bisa
diambil,banyak bangeetttttt...tiap band ngajarin banyak hal ke gw...karena
ngeband itu loe berinteraksi dengan orang banyak, at least dengan
anggota band loe sendiri,bener kata orang2...ngeband itu lebih susah
daripada pacaran...pacaran cuma nyatuin 2 kepala jadi satu (kadang2
badan..hahaha)sedangkan Band,rata - rata lebih dari 3 kepala.
Dari semua band yg pernah gw jalanin semua ada plus minusnya..tapi gw
ga mau ngambil dari sudut pandang di dalem bandnya..gw lebih mengambil
pelajaran dari bagaimana caranya menjalankan sebuah band,bagaimana proses
untuk bisa membuat sebuah band yg karya2nya bisa diapresiasi orang
banyak,bagaimana produksi sebuah band,baik dalam hal recording,produksi di
panggung, merchandise sampai ke managemen band,dan semua itu gw dapet dari
pengalaman di band2 terdahulu gw,dan pengalaman itu juga akhirnya yg
sedikit banyak udah membentuk gw yg sekarang.
Untuk masalah passion...2 band ini yang sekarang ini DEADSQUAD &
RAKSASA, gw punya pasion yg sama, kalau di DEADSQUAD terlihat lebih
ngotot, karena tuntutan lagu dan emang susaahhhh maeninnya...hahaha...dan
di RAKSASA gw terlihat lebih kalem,ya memang lagu2nya memang ga
menuntut gw buat untuk terlalu ngotot mainnya,tiap lagu atau jenis musik
kan nikmatinnya beda - beda, ga akan pernah bisa sama...loe maenin RnB kan
ga mungkin sambil Headbang juga kan? hehehehe. Yang jelas, dari dulu
sampai sekarang gw selalu komitmen dan total di setiap band yg pernah gw
jalanin.

TeKe : Apa yang menjadi ciri khas lo bermain bass baik dari pemilihan nada,sampai gaya main? Ya walaupun gw sudah ngeliat gaya mainmu, tp lebih baik gw denger dari lo langsung juga.
BS : Kalau dari gaya,standart lah,gw bukan tipikal player yg suka lari2an di atas panggung,yg hampir selalu ga pernah lepas: rokok....awalnya ga pernah mikir itu bakal jadi ciri..cuman buat ngilangin Nervous diatas panggung ajah...lama2 jadi aneh kalo main ga ada rokok di mulut gw.Yg beda
mungkin kalau di Raksasa gw lebih terlihat enjoy cenderung asik sendiri,
kalau di Deadsquad terlihat ngotot,full power dan full headbang. :)
Pemilihan nada? hmmmmm...ini dia neh..jujur gw maen asal2an, alias ga
ngerti segala macem skill atau yg berbau teknis..hahaha..semuanya ngalir
ajah,kaya udah ada yg jalanin tangan gw...apalagi di Raksasa,tiap kali
manggung atau latihan improve gw beda2, ga pernah sama...se ngalirnya
aja...yg penting nyambung sama lagu.Bahkan dulu waktu Vessel masih jadi
Cover Version Radiohead...gw ga pernah ngulik Bass nya sama persis,yg
penting tau perpindahan kord-nya ke mana aja...ya udah,gw maenin seenak gw
tanpa ngerubah mood dan nyawa lagunya.

TeKe : Apa yg paling takut kejadian atau pernah kejadian waktu lo mabuk?
BS : tergantung mabuk apaan..kalo alkohol biasanya sih ga ada takutnya...hahahahaha...kalo cims,pernah ditimpukin waktu maen dulu karna banyak skip dan ngaco maennya...itulah knapa dari mulai saat itu (tahun 98 kl ga salah bareng Vessel di PL Fair) sampe skarang,gw manggung selalu
sober,seandainya ada alkohol cm sebatas tipsy aja,buat naekin
adrenalin..heheheh

TeKe : Tentang anak. Apa yg lo harepin dan orang tua yang baik menurut lo adalah orang tua yang seperti apa? Apakah ada ketakutan tentang tidak bisa menjadi orang tua yang baik?
BS : Ketakutan ga bisa jadi orangtua yg baik,mungkin itu ketakutan yg umum buat semua orang yg udah punya anak.So far gw ga menuntut macem2 dari anak gw,cuman bisa memantau minat sama bakat dia apa,itu yg mungkin harus dikembangin,jadi gapernah memaksa untuk dia harus jadi apa atau siapa,
sebisa mungkin gw ga melarang minat dia selama itu positif.

TeKe : Ajaran apa yang masih lo ingat dari orang tua lo sedari lo kecil, dan perlakuan mereka yang lo inget banget sampe sekarang, dan juga perbuatan lo yang masih lo inget?
Kaya gw inget banget kalo gw berantem sama kakak atau adik gw, gw akan
dimasukin ke dalam lemari baju nyokap yg gede n dikunciin di situ. Kalo
nyokap gw sudah mulai brteriak marah2, gw akan kabur ke kamar kakek gw n
nyumpet di bawah ranjangnya habis itu gw nyolong permen, kertas n spidolnya buat gambar2....
BS : hmmmm..apa yah...mungkin,gw dari kecil udah biasa dididik untuk mengerjakan apapun sendiri,contohnya...gw SD kelas 2 udah harus bisa sekolah PP Mayestik - Lbk Bulus naek Metromini,klas 4 SD udah dikasih uang bulanan alesannya biar bisa atur duit sendiri,dan kalo sampai habis blom
waktunya ortu gw ga pernah kasih lebih,ya mau gamau ga jajan sampe bulan
berikutnya. Dan dari uang bulanan yg gw sisihin itulah tiap bulan gw bisa
beli kaset dari band2 yg gw suka tanpa harus minta ke orangtua.
Kejadian yang gw inget ,gw slalu disabet pake sapu lidi sama bokap sampe
merah – merah kalo ketauan berantem waktu SD, kalau lagi ujian,sore cuman
dikasih jatah main 1 jam n waktu itu masih era Video Betamax, bela – belain bangun jam setengah 5 pagi cuman biar bisa nonton Video Walt Disney sebelum berangkat Sekolah,karna jam2 itu yg dibolehin di rumah gw untuk nonton video,malem waktunya belajar...hahahaha
TeKe : Ya iyalah, lagian SD udah berantem. Eh tapi gw juga deng, kelas 4.

TeKe : Gw ngeliat lo sebagai player yang gak manja, apa adanya, ya jaga image juga,tapi apa yang harus ada setiap lo mau manggung?
BS : Yg harus ada...Aer Putih!!! dan rokok gw tentunya...hehehehe

TeKe : 5 hal yg org gak tau n harus hati – hati tentang lo?
BS :
- Sensitif
- Pendendam abadi
- Jadwal boker gw berantakan (hehehe)
- Bisa jadi org paling tempramen,dan bisa jadi org yg paling sabar
- Senang menyendiri


TeKe : Band pop apa yang lo suka, luar negeri n dalam negeri?
BS : Luar negeri : Hellsongs , Cranberries, The Police,Debbie gibson album Electric Youth sampe skrg jg masih suka,Madonna dari awal sampe Like A Prayer ..etc, nah kalo dalem negeri gatau deh... kalo Pop terbatas
pengetahuan gw..hehehehe

TeKe : Tentang regenerasi di scene mu? Bagaimana tentang skill, attitude,aransemen?
Beberapa band baru yang patut ditonton yang berasal di Jkt, Bdg, Ygy,Sby?
Siapa yang bakalan jadi the Rising Star dari scene lo?
BS : Regenerasi di Scene metal dalam 3 taun terakhir ini buat gw luar biasa, banyak band2 Death Metal yg berisi anak2 umur 16 - 23 taun yg punya kualitas dan skill yg edan.Kalau dari Jakarta ada
Revenge, Carnivored, Deadcarnation dll,dari daerah lain gw kurang
ngikutin...tapi ada 1 band Kediri yg gw suka banget, Demented Heart...
Kalau Rising Star,dilihat dari produksi Album dan di panggung,gw masih
pegang Revenge..kalau mereka konsisten 4-5 taun ke depan,bakal jadi
Monster yg mengerikan dari Scene Metal Indonesia.


TeKe : Merk Bass kesukaan lo? Lo ada berapa bass? Amply nya apa? Ada kaitannya sama pertunjukan lo, atau gak ada pengaruhnya?
BS : Kalo merk yg paling gw suka sih Rickenbacker,tpi blom kebeli..hehe...tapi Bass yg gw pake sekarang juga ga kalah asik,gw make Bass Hamer USA, satu2nya Bass yg gw punya,Amply blom ada,karena harga amply yg gw pengen banget, Headnya aja masih belasan juta harganya...masih menabung
pelan2lah,tapi gw selalu make pre-amp, Tech 21 Sansamp Bass Driver,jimat
yg gw pake dari taun 98...hahahaha...Pengaruhnya pasti ada,tapi tetep yg
nomer satu ya Playernya itu sendiri.

TeKe : Musisi yang nyebelin adalah musisi yang......
BS : Sok sangar padahal maenin lagu ga ada keras – kerasnya

TeKe : Pelawak kesukaan lo?
BS : Warkop di era kaset

TeKe : Bassist player yg meng-inspired lo banget?
BS : 2 orang utama yg ngeracunin kepala gw,Cliff Burton dan Steve Haris,mereka berdua adalah guru virtual gw,2 orang itu yg bikin gw jatuh cinta sama Bass dan bikin gw bermimpi kalo someday gw harus jadi pemain Bass.

TeKe : Kejadian yg pernah lo lakukan dan menurut lo itu adalah tindakan yg 'Out of Control' ?
BS : Menghajar orang sampai koma dan akhirnya bermalam di sel

TeKe : Menurut lo tentang jualan lagu online? Kalo org beli album fisik, menurut lo kenapa?
BS : Jualan lagu online menurut gw lebih ke tuntutan jaman yg segalanya menuntut utk serba praktis,apalagi jangkauan internet gak hanya ada di kota2 besar,sudah lebih merakyat,kita ga perlu pusing pikirin
duplicating cd,cetak cover dan bla bla..dan buat gw itu gak salah,tiap
band atau musisi punya hak untuk menjuallagu2nya dalam bentuk apapun,dan
album dalam bentuk fisik,gw masih yakin inipun ga akan pernah mati,karena
gak sedikit juga orang yg lebih menghargai nilai sebuah album gak hanya
dari lagunya tapi satu paket antara lagu,artwork sampai packaging albumnya.


TeKe :
Pertanyaan pilihan: Harus diisi & dipilih salah satu
TeKe: Main golf atau main tennis?
BS : Tennis,apalagi kalo lawan cewe...roknya bisa ngangkat2..hahahaha

TeKe: The Carpenters atau Simon & Garfunkel ?
BS : Simon & Garfunkel

TeKe: Motley Crue atau Alice Cooper?
BS : M.O.T.L.E.Y C.R.U.E !!!!!

TeKe: Jepang atau bule?
BS : Jepang, jeritannya manteb
TeKe: hahaha lo ngerti banget nih pertanyaan gw, gak usah gw jelasin lagi apanya yang Jepang atau Bule

TeKe: Stone Roses atau Oasis?
BS : Oasis

Kayanya segini dulu interview dengan Bonny, walaupun kita dari H.O.RE masih banyak banget yang ingin ditanyakan, dan sebenarnya lebih ke hal – hal yang gak penting dan pribadi sebenarnya dibandingkan ’permusikannya’.

Saturday, November 13, 2010

HORE#3


H.O.RE#3
FREE ENTRY
Thursday 25th November, 7PM - done
Backyard of Eastern Promise (Jl. Kemang Raya No.5)
We're going to rock you with :
Beatnik, Kebunku, That's Rockefeller,
Kelelawar malam &
Special performance of: Cangkang Serigala (Ygy)

H.O.RE 2nd EVENT: H.O.RE & Jangan Marah Records presents: Bangkutaman Konser Buat Kota





H.O.RE & Jangan Marah Records presents:
Bangkutaman Konser Buat Kota
Eastern Promise, Kamis 21 Oktober
Judee – Tantrum – Sajamacut – Bangkutaman feat Sir Dandy, Bofag, Endah & Rhesa, Zeke Khaseli, Adrian Adrioetomo, Choliel 'ERK'


Saya masih mengingat ketika pertama kali bertemu sang vokalis Bangkutaman (BT), kira – kira tahun 2003 – 2004 (saat mengurus konser band LAIN di Yogya), datang dengan jaket kulit, dan saya diperkenalkan olehnya, ya dengan Acum. Saat itu BT bercokol di Yogyakarta, dan sekarang mereka bercokol di Jakarta.
Event ini diawali lewat telepon, kami mengajak untuk ’Mari kita launchingkan BT’ kepada Harlan Boer, dan akhirnya terjadi event ini.
Kini kami bersama menetaskan perhelatan guna launching Album mereka ’Ode Buat Kota’, dan kebersamaan kami ditambah dengan kolaborasi dari Harlan Boer dari Jangan Marah Records. Menyenangkan sekali bisa bekerjasama kembali dalam hal musik dan senang – senang bersama mereka.
Sejak checksound kami tim H.O.RE sudah sangat exciting dan dikejutkan dengan band – band yang tergolong baru pertama kali kami lihat yaitu Tantrum dan Judee. Angin besar sempat membuat panik dan mengalahkan kekuatan ikatan tenda halaman belakang Eastern Promise (EP). Saat acara berjalan, tiba – tiba ruangan menjadi penuh sesak, suasana menjadi sedikit ’sakit rock’ serta memabukan, dan hal terpenting bisa bertemu dan berkenalan dengan wajah lama dan baru yang bermunculan.

Judee, tampil sebagai band pertama. Mereka dapat membawakan aransemen serta lagu mereka sendiri yang berbau pop ala 60 – 70an dengan menyenangkan, menyegarkan, walaupun dari segi dandanan serta gaya masih belum terlalu total tapi sangat ’fresh’, dan kami sangat merekomendasikan mereka, Rencananya di Bulan Desember mereka akan melaunchingkan Album EP mereka.

Tantrum. Ini dia. Walaupun satu tahun sudah tidak pernah tampil, tapi tidak ada tanda – tanda kekakuan dan sangat menguasai panggung. Tampil menenangkan dan diperkuat dengan penampilan Mondo (kami sempat menanyakan kepada Mondo, apakah ia bergabung dengan Tantrum, dan ia menjawabnya hanya tertawa ala Mondo). Sedikit hal lucu adalah salah satu pemain terompet tidak datang sampai mereka usai manggung. Sungguh buat kami Band ini bisa menjadi ’Band Besar’.

Sajamacut. Termasuk salah satu band yang ditunggu, dan tidak diragukan, membuat pengunjung meninggalkan meja untuk semakin mendekat ke panggung untuk menikmati band.

Bangkutaman. Sayang video klip belum rampung sehingga tidak bisa diputar, sayang mimpi kami menginterview orang – orang Jakarta juga tidak terwujud, tapi tanpa itu saja mini konser Bangkutaman sudah memuaskan. Konsep konser yang digabungkan dengan pembacaan puisi oleh Bofag, Sir Dandy, dan kolaborasi beberapa musisi dengan Bangkutaman sendiri merupakan sebuah hal yang menyenangkan dan berbeda. Disentil dengan pembacaan puisi dari Sir Dandy yang memberikan asosiasi di Jakarta = Kerja, dan diakhiri semua para peserta kolaborasi satu panggung membawakan single ’Ode Buat Kota’.

Setelah acara selesai, berfoto tak kunjung selesai, dan diakhiri dengan ’nongkrong’ di trotoar jalan.

Signing off.
Jangan lupa datang ke H.O.RE#3 Kamis 25 November: Kelelawar Malam, Cangkang Serigala (Yogya) Launching video Karaoke, Kebunku, That’s Rockefeller, Beatnik. GRATISS!!

Saturday, September 4, 2010

PRASS THE TWISTED TIME TRAVELLER



Akhirnya kami bertemu untuk ngobrol setelah dua minggu kami mengatur jadual. Ngobrol interview yang tadinya direncanakan lewat dunia maya, akhirnya kami putuskan untuk tatap muka. Saya belum pernah mengenal Pras, sampai di acara H.O.RE pertama, diperkenalkan oleh Pepeng. Saya belum pernah melihat The Time Travel (3T), hingga suatu saat saya datang ke sebuah event dimana Raksasa dan 3T satu panggung. Sudah lama saya penasaran melihat band ini. Diantara beberapa orang yang ada di kepala kami untuk diinterview, akhirnya setelah menonton pertunjukan 3T, kami memutuskan untuk menginterview Pras terlebih dahulu. Entah kenapa. Padahal kami tahu bahwa sulit untuk menginterview orang yang kami buta akan kehidupannya.
Lucunya malam itu (saat kami melihat penampilan band 3T), sebenarnya Pras ‘tumbang’ (sakit), tapi dia malah bermain maksimal, dan sangat ‘show off’ di atas panggung. Saya cukup mengerti dengan sangat show off nya Pras dimana karena mengusung nuansa Rockabilly, dan ekspresi serta show off ketrampilan penting bagi ‘player’nya. Bayangkan 5 gitaris (termasuk Pras) bermain bersamaan, bersama 1 bassist, dan 1 drummer. Bagi saya 3T adalah sebuah band yang menyuguhkan sebuah pertunjukan yang sepertinya mengingatkan tentang pentingnya berekspresi, format band, kreatifitas, dan hiburan, yang pada saat ini kami sangat haus untuk melihat perubahan.

Setelah bertemu dan ngobrol (dilatarbelakangi banyak lagu Rock di panggung, dan sungguh saat yang tepat untuk mendengarkan rock), bagi kami Pras adalah sosok unik. Sosok Leo yang juga berat ke Gemini. Saya tidak pernah menganggap enteng seseorang, terutama seseorang yang mempunyai pembawaan yang tenang, dan benar saja. Saya tidak menyangka bahwa ia rendah hati, tenang, tapi berapi – api untuk memperjuangkan ’passion’ nya.

Ia baru bergabung dengan 3T April, Mei 2009. Dan akhirnya dinyatakan sebagai salah satu kunci penting band 3T. Padahal band sebelumnya (Minerva) mengusung genre Acid Jazz. Menurut saya perpindahaan genre yang drastis, dengan keseluruhan (termasuk penjiwaan). Tidak haus untuk menjadi nomor 1, cukup menjadi nomor 2. Ia menyatakan bahwa ia baru berusaha 40% untuk mengejar ’passion’ nya, pada saat ini. Dan wanita adalah salah kelemahannya. Datang dari keluarga besar yang selalu ’adem ayem’ serta mencintai kemapanan dan ketenangan hidup, tapi tidak dengan Pras. Sejak muda ia sangat disadarkan bahwa ia tidak ingin dipermainkan dan dibohongi oleh siapapun (well, untuk yang ini kami sepakat bahwa pemikiran ini adalah hasil dari dunia pergaulan SMP dan SMA yang kejam), dan ia sudah mengetahui bahwa pilihan karirnya antara menjadi pengusaha atau musisi. Jika banyak teman saya yang akhirnya menggabungkan dua hal itu agar dapat , maka ia tidak tertarik untuk menggabungkannya. Kami mengerti posisi itu. Semua aspek bisnis akan tercampur dalam idealisme yang akhirnya dapat menahan untuk membuat suatu karya yang sesuai dengan hati. Ketika ditanyakan Rock atau Jazz, ia sempat terdiam dan berusaha menjelaskan, tapi akhirnya pilihan jatuh di Rock. Memilih Led Zepellin dibandingkan Deep Purple, serta memilih Breakin’ The Rules dibandingkan menjadi Nerdie. Mengaku tidak pernah menggunakan substansi apapun untuk menikmati musik, karena musik adalah substansinya. Bagi Pras, seorang player itu harus seimbang antara skill,feel,dan fisikal, harus mempunyai ’casing’ yang pas katanya. Sekarang ini dia sudah mempunyai list para player yang sangat ingin diajak kerjasama untuk membuat band. Sudah merasakan pas bekerjasama dengan Pepeng, maka ia sangat ingin tetap bekerjasama dengan Pepeng di proyekan musik lainnya. Kelak ia sangat berkeinginan untuk dapat bekerjasama dengan Ersta sebagai bassistnya (ex Bassist Yovi & Nuno), Keyboardist Mondo (Sore). Sisa waktu interview kami membicarakan hal lain, dan kami akhirnya hanya bisa menyimpulkan satu kata yang tepat bagi Pras: ANEH & MISTERIUS Dan kami sangat suka itu. Karena kami juga ANEH & MISTERIUS.
Hahahaha......